Minggu, 23 Juni 2013

Laporan Ilmiah

BAB I

PENDAHULUAN

Tanaman merupakan bagian besar dari alam yang ada di bumi kita ini. Selain itu keberadaan tanamann di bumi ini sebagai produsen terbesar sangatlah penting, karena ia merupakan satu kesatuan dari rantai makanan yang terdapat dalam ekosistem. Ekosisitem terdiri dari teridiri dari dua macam komponen yaitu abiotik ,yang terdiri dari tumbuhan, hewan, dan manusia. Sedangkan komponen abiotik antara lain : udara, gas, angin, cahaya, matahari, dan sebagainya. Antara komponen biotik dan abiotik saling mempengaruhi, misalnya, tumbuhan memerlukan cahaya matahari untuk melakukan fotosintesis. Hasil fotosintesis di butuhkan oleh makhluk hidup lainnya. Oleh karena itu, kami mengadakan eksperimen untuk mengetahui apakah benar ada pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan kacang hijau.

1.1 Latar Belakang
Cahaya matahari adalah sumber energi utama bagi kehidupan seluruh makhluk hidup didunia. Bagi manusia , hewan dan tumbuhan cahaya matahari adalah penerang dunia ini. Selain itu, bagi tumbuhan khususnya yang berklorofil cahaya matahari sangat menentukan proses fotosintesis. Fotosintesis adalah proses dasar pada tumbuhan untuk menghasilkan makanan. Makanan yang dihasilkan akan menentukan ketersediaan energi untuk pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.
Kekurangan cahaya matahari akan mengganggu proses fotosintesis dan pertumbuhan, meskipun kebutuhan cahaya tergantung pada jenis tumbuhan. Selain itu, kekurangan cahaya saat perkembangan berlangsung akan menimbulkan gejala etiolasi, dimana batang kecambah akan tumbuh lebih cepat namun lemah dan daunnya berukuran kecil, tipis dan berwarna pucat ( tidak hijau ). Semua ini terjadi dikarenakan tidak adanya cahaya sehingga dapat memaksimalkan fungsi auksin untuk penunjang sel – sel tumbuhan sebaliknya, tumbuhan yang tumbuh ditempat terang menyebabkan tumbuhan – tumbuhan tumbuh lebih lambat dengan kondisi relative pendek, daun berkembang, lebih lebar, lebih hijau, tampak lebih segar dan batang kecambah lebih kokoh.
Misalnya saja pada tanaman kacang hijau. Bagi orang Indonesia tanaman adalah tanaman yang penting, karena Indonesia terkenal dengan makanan yang bernama bubur kacang hijau yang biasanya disantap untuk menghangatkan badan. Namun dibalik segala kegunaan pertumbuhan kacang hijau yang baik itu dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah cahaya. Mengapa hal itu bisa terjadi ? mungkin sebagian orang tidak mengetahui sebabnya.
Oleh sebab itu kami memilih permasalahan ini sebagai poin penting dalam pembuatan makalah ini. Kami ingin membuktikan bahwa teori yamg sudah ada itu benar.

1.2 Rumusan Masalah
a.      Bagaimanakah pengaruh cahaya matahari perhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang hijau ?
b.     Bagaimanakah perbedaan tanaman kacang hijau yang diletakan diruang yang terkena sinar matahari secara langsung, terkena cahaya melalui celah dan diruang yang sangat sedikit cahayanya?

1.3 Batasan Masalah.
Kami mengamati pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang hijau selama 12 hari.

1.4 Hipotesa
Hipotesa penelitian ini adalah jika tumbuhan kacang hijau diletakan diruang yang langsung terkena cahaya maka pertumbuhannya akan lebih lambat namun daunnya tampak lebih lebar, tebal, hijau tampak segar & batang kecambah tampak kokoh. Jika diruang dimana cahaya masuk hanya melalui bagian celah-celah tertentu saja maka tanaman kacang hijau ini akan mengarah ke arah datangnya cahaya itu. Dan jika di ruang yang kekurangan cahaya maka batang kecambah akan tumbuh lebih cepat namun lemah, daunnya berukuran kecil, tipis & berwarna pucat.

1.5 Metode Penelitian
         Penyusun menggunakan metode eksperimental.

1.5 Tujuan Penelitian
Dari penelitian ini adalah untuk mengetahui & membuktikan pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan & perkembangan tanaman kacang hijau.

1.6 Manfaat Penelitian
a.      Sebagai sumber informasi bagi sebagian orang yang belum mengetahui pengaruh cahaya bagi tumbuhan kacang hijau.
b.     Sebagai sumber informasi dalam pengembangan teknologi pertanian.


BAB II
PEMBAHASAN
2.1    Landasan Teori
Pertumbuhan    adalah    proses   pertambahan ukuran ( Volume, massa, tinggi, atau  panjang   dan   juga jumlah sel yang bersifat kuantitatif ) artinya dapat dinyatakan dalam suatu buangan dan irreversible.
Perkembangan adalah sejumlah perubahan progresif terhadap perkembangan tubuh organisme, sehingga terspesialisasi sel-sel menjadi struktur dan fungsi tertentu untuk menuju kedewasaan pada makhluk hidup yang nersifat kwalitatif.

2.1.1       Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan
Faktor tersebut di bedakan menjadi dua,yaaitu factor intra seluler dan interseluler. Yang termasuk factor interseluler adalah sifat menurun atau factor hereditas. Sedangkan factor interseluler adalah hormone.

Faktor-faktor internal
  • Hormon auksin
Adalah hormone yang di hasilkan jaringanmeristem pada tunas apical, daun muda dan embrio dalam sel. Hormon ini berperan sebagai perangsang pemanjangan batang, mempengaruhi pertumbuhan akar, dan diferensiasi
  • Hormon sitokinin
Adalah hormone yang dihasilkan akar,embrio, buah. Hormon ini berperan terhadap pertumbuhan dan diferensiasi akar juga merangsang pembelahan sel.
  • Hormon Giberilin
Adalah hormon yang dihasilkan jaringan meristem tunas apical dan akar. Hormon ini berperan meningkatkan perkembangan tunas,perpanjangan batang dan pertumbuhan daun.
  • Asam absisi
Adalah hormone yang dihasilkan daun, batang, dan akar. Hormon ini berperan menghambat pertumbuhan, menutup stomata, dan membantu pemeliharaan dormansi.
  • Hormon Etilen
Adalah hormone yang dihasilkan buah masak, nodus batang, dan daun tua. Hormon ini berperan mempercepat pematang buah, melawan pengaruh hormone auksin, dan meningkatkan atau menghambat pertumbuhan dan perkembangan organ tumbuhan.


Faktor Eksternal
a.       Nutrisi
Adalah bahan baku utama untuk organisme dalam proses pertumbuhan dan perkembangan.
b.     Cahaya
Adalah factor utama sebagai sumber energi dalam fotosintesis, untuk memproduksi tepung. Dalam penyinaran, lama atau tidaknya penyinaran cahaya, akan menentukan pertumbuhan terhadap tumbuhan. Sehingga kita akan menemukan tumbuhan berhari pendek dan tumbuhan berhari panjang, juga netral. Tumbuhan berhari pendek adalah tumbuhan yang penyinarannya pada siang hari berlangsung lebih singkat. Sedangkan tumbuhan berhari panjang adalah tumbuhan yang penyinaran pada siang hari berlangsung lebih lama
Tumbuhan netral adalah kelompok tumbuhan yang perbungaan nya tidak terpengaruh oleh lamanya penyinaran
c.      Suhu
Suhu kaitannya erat dengan kerja enzim,terutama untuk memproduksi makanan
d.     Kelembaban
Kelembaban atau air sangat penting dalam perkecambahan
e.      Gravitasi
Gravitasi akan mempengaruhi pertumbuhan akar menuju ke pusat bumi

Hubungan Faktor internal dan eksternal
a.       Saling mempengaruhi pada proses perkembangan, karena dengan masuknya air, biji mengembang dan kulit biji akan pecah. Air masuk mengaktifkan embrio untuk melepaskan hormone giberalin
b.      Mempangaruhi arah pertumbuhan karena,jika tunas tumbuh tegak ke atas,salah satu sisinya di sinari cahaya matahari maka tumbuhan tunas tersebut akan berbelok ke arah sumber datannya cahaya.

2.2  
5

Metodelogi Penelitian
2.2.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan
a.     Waktu
Tanggal 5 September – 12 September 2012
b.     Tempat Pelaksanaan
SMA Negeri 1 Belitang

2.2.2       Alat dan Bahan
a.     Alat
o   Auksanometer / garisan
o   Tali rapia / benang
b.     Bahan
o   10 (sepuluh) buah gelas aqua kosong
o   Biji kacang hijau secukupnya
o   Media tanah
o   Air secukupnya

2.2.3       Cara Kerja
a.      Cucilahbijikecambahkacanghijaudengan air bersih, kemudianrendam  -/+ 15 menit.
b.    Isilahpolibakdengantanahsecukupnyakemudiandisiramhingga media tanahsecaramerata.
c.      Tiriskanbiji yang direndam, kemudiantanamlahbijipadasetiappolibakmasing-masing 5 (lima) butir.
d.     Tempatkanlimabuahpolibakditempatterangdan lima buahpolibakditempatgelap.
e.     Ukurlahpanjangbatangkecambahpadasetiappolibakduaharisekalidimulaidarihari ke-3 setelahmenanam.
f.      Catatlahhasilpengukuranpada table pengamatan.

2.3.4       Hasil Pengamatan

Tabel Hasil Pengamatan
Harike-
Terang
(cm)
Gelap
(cm)
I
(cm)
II
(cm)
III
(cm)
IV
(cm)
V
(cm)
A
(cm)
B
(cm)
C
(cm)
D
(cm)
E
(cm)
4
0.3
0.5
0
2
2.5
1.06
1.2
0.3
3.5
2.5
2.5
2
6
0.3
3.3
3
6
5.3
3.58
7
5.3
14.5
12
3
8.36
8
2.5
5
8
8
7
6.1
17.5
13.5
21
24
11
17.4
10
3
7.5
9
10
7.5
7.4
19
14.5
24
27
16
20.1
12
5
9.5
10
12.5
9
9.2
21
23
27
30
20
24.2

BAB III
PENUTUP

3.1.      Kesimpulan
3.1.1.     Cahaya matahari mempengaruhi pertumbuhan kacang hijau.
3.1.2.     Cahaya digunakan tanaman untuk proses fotosintesis.
Tanaman yang kurang cahaya (di tempat gelap/ lembab) batangnya lebih panjang, hal ini karena tanaman berusaha mencari cahaya untuk keperluan fotosintesis.
3.1.3.     Daun yang kurang cahaya jauh lebih kecil, tipis dan warnanya hijau muda, sedangkan daun yang cukup cahaya akan tebal dan hijau lebat.
3.1.4.     Pada tanaman yang berada di tempat lembab hormon auksin bekerja lebih aktif daripada tanaman yang terkena cahaya, sehingga tanaman yang berada di tempat yang gelap terjadi pemanjangan sel.
3.1.5.     Di tempat yang terang hormon auksin mudah rusak oleh intensitas cahaya yang tinggi.Di tempat yang terang pertumbuhan tanaman menjadi terlambat, dan di tempat gelap terjadi etolasi (pemanjangan melekuk).

3.2.       Saran
3.2.1.     Bagi pembaca yang ingin melakukan penelitian tentang materi ini, sebaiknya lakukan penilitian dengan benar dan tidak ceroboh. Perhatikan kadar air dan cahaya agar memperoleh hasil yang maksimal. Letakkan tanaman di tempat yang cukup mendapat sinar matahari agar tanaman dapat tumbuh optimal. Karena tanaman yang di letakkan di dalam ruangan yang gelap akan mengalami etiolasi atau pertumbuhan yang cepat karena tidak ada cahaya yang dapat menguraikan auksin..
3.2.2.     Terdapat banyak kekurangan dalam karya ilmiah ini, oleh sebab itu bagi para pembaca yang ingin melakukan percobaan serupa penyusun menyarankan untuk memahami teori-teori yang dibutuhkan untuk  pengambilan data.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar