Selasa, 28 Mei 2013

PENGARUH CAHAYA MATAHARI TERHADAP PERTUMBUHAN KECAMBAH


KATA PENGANTAR
           

Alhamdulillah, puji syukur yang sedalam-dalamnya penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayahNya sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal penelitian yang berjudul : PENGARUH CAHAYA MATAHARI dan JENIS AIR TERHADAP PERTUMBUHAN KACANG HIJAU dengan sebaik-baiknya.
            Adapun tujuan dari penelitian ini adalah diajukan sebagai tugas Biologi yang diberikan oleh guru bidang studi kepada penulis untuk memenuhi syarat dalam mencapai nilai tugas Biologi kelas XII IPA SMA Kediri.
            Penulis sangat berterima kasih kepada guru pembimbing kami selaku guru Biologi yang telah banyak memberikan arahan dan bimbingan kepada penulis serta kepada teman-teman yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan penelitian ini.
            Penulis menyadari bahwa proposal penelitian ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran kepada setiap pembaca demi penyempurnaan proposal penelitian selanjutnya.
           
                                                                                          Kediri,   Agustus 2012

                                                                                                                                    Penulis















DAFTAR ISI
Halaman Judul            ........................................................................................................................    i
Kata Pengantar           ................................................................................... ii
Daftar Isi             ............................................................................................................................. iii
BAB 1 PENDAHULUAN
     1.1 Latar Belakang         ..................................................................................................................   1
     1.2 Rumusan Masalah         .......................................................................................................................   2
     1.3  Tujuan Penelitian         .........................................................................................................................   2
     1.4  Manfaat Penelitian          ...........................................................................................................   2
     1.5  Hipotesis           ..............................................................................................   2
     1.6  Batasan Penelitian         ...........................................................................................................   2
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
     2.1  Pertumbuhan           .........................................................................................   3
     2.2  Klasifikasi Tanaman Kacang Hijau       .......................................................................................   4
BAB 3 METODELOGI PENELITIAN
     3.1  Waktu dan Tempat Penelitian        ...............................................................................................   5
     3.2  Alat dan Bahan         ..............................................................................................................................   5
     3.3  Perlakuan Tanaman          ..................................................................................................................   6
     3.4  Cara Kerja          ............................................................................................................................ 6
BAB 4 PENUTUP
     4.1 PENUTUP          .................................................................................................................   7


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang Penelitian
Cahaya matahari dan air adalah sumber energi utama bagi kehidupan seluruh makhluk  hidup didunia. Baik bagi manusia, hewan maupun tumbuhan. Dalam hal ini, bagi tumbuhan khususnya yang berklorofil cahaya matahari dan air sangat menentukan proses fotosintesis. Fotosintesis adalah proses dasar pada tumbuhan untuk menghasilkan makanan. Makanan yang dihasilkan akan menentukan ketersediaan energi untuk pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.
Kekurangan cahaya matahari dan air akan sangat mengganggu proses fotosintesis dan pertumbuhan, meskipun kebutuhan cahaya tergantung tergantung pada jenis tumbuhan. Selain itu,kekurangan cahaya saat perkecambahan berlangsung akan menimbulkan gejala etiolasi dimana batang kecambah akan tumbuh lebih cepat namun lemah dan daunnya berukuran kecil, tipis dan berwarna pucat (tidak hijau). Semua ini terjadi dikarenakan tidak adanya cahaya sehingga dapat memaksimalkan fungsi auksin untuk pemanjangan sel-sel tumbuhan. Sebaliknya, tumbuhan yang tumbuh di tempat terang menyebabkan tumbuhan tumbuh lebih lambat dengan kondisi relatif pendek, daun berkembang baik lebih lebar, lebih hijau, tampak lebih segar, dan batang kecambah lebih kokoh
Misalnya saja pada tanaman kacang hijau. Kacang hijau merupakan salah satu tanaman Leguminosae yang cukup penting di Indonesia, posisinya menduduki tempat ketiga setelah kedelai dan kacang tanah. Kacang hijau memiliki banyak manfaat yaitu dapat dijadikan sebagai bahan makanan seperti sayur, bubur serta bahan makanan lainnya. Serta berkhasiat dapat memperlancar pencernaan, menjaga keasaman lambung dan mencegah penyebaran  sel kanker.
Namun dibalik segala kegunaannya pertumbuhan yang baik itu dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah pengaruh cahaya matahari dan air terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau. Oleh sebab itu, penulis memilih permasalahan ini sebagai poin penting dalam pembuatan proposal penelitian.
Dalam penelitian kali ini penulis menggunakan faktor cahaya matahari dengan subjeknya tanaman dibawah sinar matahari langsung, tanaman dibawah sinar matahari langsung diikat dengan plastik hitam, tanaman dibawah sinar matahari langsung diikat dengan plastik bening, dan tanaman dibawah sinar matahari tidak langsung, dan faktor air dalam proses pertumbuhan, dalam hal ini penulis meneliti jenis airnya dengan subjek penyiraman menggunakan air kran, air gula, air sirup, air kopi.

1.2Rumusan Masalah
1.    Apakah variabel tanaman dibawah sinar matahari langsung (A1), tanaman dibawah sinar matahari langsung diikat dengan plastik hitam (A2), tanaman dibawah sinar matahari langsung diikat dengan plastik bening (A3), dan tanaman dibawah sinar matahari tidak langsung (A4) berpengaruh terhadap pertumbuhan (tinggi, banyaknya daun, warna daun, tekstur batang) tanaman kacang hijau?
2.    Variabel manakah diantara tanaman dibawah sinar matahari langsung (A1), tanaman dibawah sinar matahari langsung diikat dengan plastik hitam (A2), tanaman dibawah sinar matahari langsung diikat dengan plastik bening (A3), dan tanaman dibawah sinar matahari tidak langsung (A4) yang paling efektif dan cepat tumbuh?
3.    Apakah variabel air kran (B1), air gula (B2), air sirup (B3), air kopi (B4) berpengaruh terhadap pertumbuhan (tinggi, banyaknya daun, warna daun, keras batang) tanaman kacang hijau?
4.    Variabel manakah diantara air kran (B1), air gula (B2), air sirup (B3), air kopi (B4) yang paling efektif dan cepat tumbuh?
1.3Tujuan Penelitian
1.      Untuk mengetahui pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau
2.      Untuk mengetahui variabel yang paling efektif dan cepat dalam pertumbuhan tanaman kacang hijau pada faktor cahaya matahari
3.      Untuk mengetahui pengaruh air terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau
4.      Untuk mengetahui variabel / jenis-jenis air yang paling efektif dan cepat dalam pertumbuhan tanaman kacang hijau pada faktor air
1.4Manfaat Penelitian
1.      Sebagai sumber informasi mengenai faktor luar pada tumbuhan yaitu cahaya.
2.      Memberikan pengetahuan mengenai pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan pada tanaman kacang hijau.
3.      Sebagai bahan referensi dalam proposal penelitian selanjutnya.
1.5Hipotesis
Hipotesis penelitian ini adalah jika tanaman kacang hijau diletakkan diluar ruangan atau di tempat terang maka pertumbuhannya akan lebih lambat namun daunnya tampak lebih lebar, tebal, hijau, tampak segar dan batang kecambah lebih kokoh. Dan jika tanaman kacang hijau diletakkan di dalam ruangan maka batang kecambah akan tumbuh lebih cepat namun lemah, daunnya berukuran kecil, tipis dan berwarna pucat atau tidak berwarna hijau.
1.6Batasan Penelitian
Penulis meneliti pertumbuhan tanaman kacang hijau selama 6 hari.

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pertumbuhan
Pertumbuhan merupakan proses pertambahan volume yang irreversible (tidak dapat kembali), karena adanya pembesaran mitosis atau pembesaran sel, dapat pula disebabkan oleh keduanya. Pertumbuhan dapat diukur dan dinyatakan secara kuantitatif.
Pertumbuhan pada tumbuhan tidak akan tumbuh jika tidak dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor luar dan faktor dalam.
Faktor Internal meliputi :
1.    Gen
2.    Hormon
Faktor Eksternal :
1.Suhu
2.Cahaya
3.Air
4.Nutrisi
5.Kelembapan udara
6.Tingkat keasaman dan basa ( pH )
Cahaya
Cahaya merupakan faktor utama sebagai sumber energi dalam fotosintesis,
Untuk menghasilkan energi. Kekurangan cahaya akan mengganggu proses fotosintesis dan pertumbuhan, meskipun kebutuhan cahaya tergantung pada jenis tumbuhan.
Kekurangan cahaya pada saat perkecambahan berlangsung akan menimbulkan gejala etiolasi, dimana batang kecambah akan tumbuh lebih cepat namun lemah dan daunya berukuran lebih kecil, tipis, dan berwarna pucat.
Pengaruh cahaya bukan hanya tergantung kepada intensitas ( kuat penyinaran ) saja, namun ada factor lain yang terdapat pada cahaya, yaitu berkaitan dengan panjang gelombangnya. Penelitian yang dilakukan oleh Hendricks dan Borthwick pada tahun 1984, menunjukkan bahwa cahaya yang berpengaruh terhadap pertumbuhan adalah pada spectrum merah dengan panjang gelombang 660nm.
Percobaan dengan menggunakan spectrum infra merah dengan panjang gelombang 730nm memberikan pengaruh yang berlawanan. Substansi yang merespons terhadap spectrum cahaya adalah fitokrom suatu protein warna pada tumbuhan yang mengandung susunan atom khusus yang mengabsorpsi cahaya.
Faktor Internal, dibagi menjadi dua, yaitu :
Faktor Intraseluler : gen sebagai pembawa sifat atau lebih dikenal sebagai faktor hereditas.
Faktor Interseluler : hormon.

Air
Air adalah sumber kehidupan utama bagi seluruh makhluk hidup di dunia, tak hanya untuk manusia, hewan, tumbuhan, bahkan mikroba pun membutuhkan air untuk keberlangsungan kehidupannya. Tanpa adanya air takkan ada lagi yang namanya kehidupan, takkan ada kesejahteraan, dan tak akan ada kemakmuran. air adalah kesempatan bagi seluruh makhluk hidup untuk dapat meneruskan hidupnya, menjalankan hari-harinya, dan meneruskan cita-citanya. Air adalah berkah terindah, yang terkadang jarang sekali untuk diingat, jarang untuk disyukuri, dan terasa lumrah saja untuk dinikmati.
Air adalah zat atau materi atau unsur yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini di bumi, tetapi tidak di planet lain. Air menutupi hampir 71% permukaan bumi. Terdapat 1,4 triliun kilometer kubik (330 juta mil³) tersedia di bumi. Air sebagian besar terdapat di laut (air asin) dan pada lapisan-lapisan es (di kutub dan puncak-puncak gunung), akan tetapi juga dapat hadir sebagai awan, hujan, sungai, muka air tawar, danau, uap air, dan lautan es. (sumber: Wikipedia)
Definisi air sendiri adalah air merupakan unsur alami yang memiliki sifat-sifat kimia maupun fisika di dalam struktur atomnya, jika diamati dengan stereoskop terlihat bahwa air mempunyai ketertarikan antar unsur hidrogen dengan oksigen yang membentuk persenyawaan, sehingga dapat dituliskan dengan rumus kimia H2O. Pada kondisi standar yaitu pada tekanan 100 Kpa (1 bar) dan temperatur 273,150 K (00 C), air tidak berwarna, tidak berbau maupun tidak berasa. Sedangkan definisi air menurut :
Sitanala Arsyad, air adalah senyawa gabungan antara dua atom hidrogen dan satu atom oksigen menjadi H2O. Hefni Effendi, air adalah salah satu sumber energi gerak. Robert J. Kodoatie, air merupakan material yang membuat kehidupan terjadi di bumi. Roestam Sjarief, air merupakan zat yang paling esensial dibutuhkan oleh makhluk hidup. Ilmu Kimia, air ialah H2O dan jawaban itu dibenarkan secara empiris berdasarkan observasi. Sayyid Quthb, air adalah dasar dari suatu kehidupan dan merupakan satu unsur yang dibutuhkan dalam kehidupan hingga manusia pun sangat menantikan kedatangannya. Eko Budi Kuncoro, air merupakan suatu senyawa kimia sederhana yang terdiri atas 2 atom hidrogen (H) dan 1 atom Oksigen (O). Air mempunyai ikatan Hidrogen yang cenderung bersatu padu untuk menentang kekuatan dari luar yang akan memecahkan ikatan-ikatan ini. Bambang Agus Murtidjo, air merupakan substansi yang mempunyai keistimewaan sebagai penghantar panas yang sangat baik, sehingga air di dalam tubuh lebih penting dari makanan.
2.2 Klasifikasi Tanaman Kacang Hijau
Kacang hijau berasal dari polong-polongan. Kandungan yang terdapat di dalam kacang hijau yaitu protein (memperkuat daya tahan tubuh), kalsium dan fosfor (memperkuat tulang), vitamin B1 (membantu proses pertumbuhan dan menghasilkan energi), vitamin B2 (membantu penyerapan protein dalam tubuh), vitamin E (membantu meningkatkan kesuburan), zat besi (membantu pementukan sel darah merah), ), magnesium (menjaga fungsi otot dan syaraf) dan rendah lemak. Di dalam kacang hijau juga terdapat antioksidan yang berguna bagi tubuh yaitu mencegah penuaan dini dan mencegah penyebaran sel kanker, menjaga keasaman lambung, dan membantu memperlancar pencernaan.

Kacang hijau merupakan salah satu tanaman semusim yang berumur pendek (kurang lebih 60 hari). Tanaman ini disebut juga mungbean, green gram atau golden gram. Dalam dunia tumbuh-tumbuhan, tanaman ini diklasifikasikan seperti berikut ini.

Divisi : Spermatophyta
Sub-divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Ordo : Rosales
Famili : Papilionaceae
Genus : Vigna
Spesies : Vigna radiata atau Phaseolus radiatus

Morfologi Tanaman Kacang Hijau

Tanaman kacang hijau berbatang tegak dengan ketinggian sangat bervariasi, antara 30-60 cm, tergantung varietasnya. Cabangnya menyamping pada bagian utama, berbentuk bulat dan berbulu. Warna batang dan cabangnya ada yang hijau dan ada yang ungu.

Daunnya trifoliate (terdiri dari tiga helaian) dan letaknya berseling. Tangkai daunnya cukup panjang, lebih panjang dari daunnya. Warna daunnya hijau muda sampai hiaju tua.

Bunga kacang hijau berwarna kuning, tersusun dalam tandan, keluar pada cabang serta batang, dan dapat menyerbuk sendiri.

Polong kacang hijau berebntuk silindris dengan panjang antara 6-15 cm dan biasanya berbulu pendek. Sewaktu muda polong berwarna hijau dan dan setelah tua berwarna hitam atau coklat. Setiap polong berisi 10-15 biji.

Biji kacang hijau lebih kecil dibanding biji kacang-kacangan lain. Warna bijinya kebanyakan hijau kusam atau hijau mengilap, beberapa ada yang berwarna kuning, cokelat dan hitam . Tanaman kacang hijau berakar tunggang dengan akar cabang pada permukaan.
BAB 3
METODELOGI PENELITIAN

3.1 Waktu dan Tempat Penelitian
            Penulis akan melaksanakan kegiatan penelitian pada bulan september dan bertempat dkediaman penulis.
3.2 Alat dan Bahan
1. 8 gelas plastik (4 gelas per faktor pertumbuhan)
2. Penggaris
3. 24 biji kacang hijau (3 biji per gelas)
4. Sendok (2 sendok setiap penyiraman sehari sekali setiap sore pada setiap objek penelitian)
5. Kapas (sebagai media untuk semua objek)
6. Plastik hitam
7. Plastik bening
8. Air dan cahaya matahari (sebagai variabel)
3.3 Perlakuan Tanaman
1.      Variabel Bebas : Cahaya matahari
a.       (A1) : Tanaman dibawah sinar matahari langsung
b.      (A2) : Tanaman dibawah sinar matahari langsung diikat dengan plastik hitam
c.       (A3) : Tanaman dibawah sinar matahari langsung diikat dengan plastik bening
d.      (A4) : Tanaman dibawah sinar matahari tidak langsung
2.      Variabel Bebas : Air
a.       (B1) : Tanaman disiram dengan air kran
b.      (B2) : Tanaman disiram dengan air gula
c.       (B3) : Tanaman disiram dengan air sirup
d.      (B4) : Tanaman disiram dengan air kopi
3.      Variabel bebas : cahaya matahari disiram dengan air kran, variabel bebas : air dibawah sinar matahari secara langsung
4.      Tanaman disiram setiap sore hari dengan takaran 2 sendok makan
3.4 Cara Kerja
1. Menentukan variabel
- Variabel Bebas :
*Cahaya matahari : Tanaman dibawah sinar matahari langsung,  Tanaman dibawah sinar matahari langsung diikat dengan plastik hitam,  Tanaman dibawah sinar matahari langsung diikat dengan plastik bening, Tanaman dibawah sinar matahari tidak langsung
*Air : Tanaman disiram dengan air kran, Tanaman disiram dengan air gula, Tanaman disiram dengan air sirup, Tanaman disiram dengan air kopi
- variabel terikat : tinggi, banyaknya daun, warna daun, tekstur batang pada tanaman kacang hijau
2. Menyiapkan alat dan bahan
3. Menanam
 24 biji kacang hijau ke dalam gelas, tiap gelas 3 biji dan meletakkannya sesuai subjek penelitian
4. Menyirami tanaman
 kacang hijau setiap sore hari
5. Mengukur tinggi tiap – tiap tanaman cabai rawit setiap 2 hari sekali

6. Menghitung jumlah daun dan warna daun pada masing-masing gelas setiap 2 hari sekali
7. Menekan pelan batang untuk mengetahui tekstur batang di akhir penelitian
8. Mengamati perbedaan – perbedaan yang terjadi antara
 faktor cahaya mataari dari subjek A1, A2, A3, dan A4 dan faktor air dari subjek B1, B2, B3, B4
9. Mencatat hasil pengukuran dan pengamatan ke dalam table hasil penelitian.



BAB 4
PENUTUP
4.1 Penutupan
            Demikian proposal penelitian berjudul : PENGARUH CAHAYA MATAHARI dan JENIS AIR TERHADAP PERTUMBUHAN KACANG HIJAU, penulis berharap adanya persetujuan atas proposal yang telah penulis ajukan ini. Terima kasih yang sebesar-besarnya penulis sampaikan.
                                                                                         Kediri,   Agustus 2012

Guru Biologi
Penulis

4 komentar:

  1. izin copas kak , makasih sangat membantu refrensi ini

    BalasHapus
  2. mantab.. saya juga ada sedkit penjelasan mengenai pengeruh internet silahkan baca disini KLIK DISINI PENGARUH INTERNET-ILMU PENGETAHUAN TEKNOLOGI DAN INFORMASI

    BalasHapus